Tips Menyusun Annual Report Menarik dengan Konsep Story Telling

Tips Menyusun Annual Report Menarik dengan Konsep Story Telling


Tya Widianingsih | 27 Oct 2020 | 181
Annual report atau laporan tahunan merupakan buku penting bagi perusahaan yang telah masuk ke bursa efek. Ya, buku ini merupakan laporan tahunan lengkap yang akan diberikan tidak hanya kepada seluruh pemegang saham dan publik.
 
Secara umum, isi annual report ini mencakup perkembangan bisnis selama setahun, antara lain pencapaian perusahaan, laporan keuangan, dan target jangka panjang perusahaan. Tujuannya agar para investor dan publik memperoleh informasi tentang rencana manajemen dan mengembangkan perusahaan, aktivitas perusahaan, serta detail lainnya.
 
Karena annual report ini disusun setiap tahun, seringkali perusahaan ‘TBK’ tidak terlalu memperhatikan konsep penyampaian gaya baru, alias cenderung monoton dan sama seperti tahun-tahun sebelumnya Padahal, tren komunikasi dan visual terus berubah dengan dinamis, seperti gaya komunaksi bercerita atau story telling.
 
Selain itu, annual report adalah bagian konten yang penting untuk branding perusahaan. Tidak hanya untuk memenuhi persyaratan hukum; namun sebagai pernyataan tegas tentang yang mendefinisikan profil perusahaan. Oleh karena itu, jika konsep annual report disusun dengan konsep yang matang, tentu akan meningkatkan brand bisnis perusahaan bukan?
 
 

7 Tips Membuat Annual Report Kekinian

 

1. Menceritakan Brand Story dengan Efektif

Tips pertama adalah jangan terlalu banyak memasukan narasi ke dalam laporan tahunan. Tapi, bukankah yang namanya lapiran setahun harus penuh dengan informasi lengkap dan detail? Tentu saja hal itu benar, namun bukan berarti dalam reportmu terlalu penuh dengan teks. Seperti  kata pengantar dari komisioner, president, dll.
 
Buatlah narasi inti yang bisa menjelaskan secara efektif mengenai profil bisnis, misi, inisiatif, atau milestone perusahaan dalam satu tema khusus & visual yang menarik.
 

2. Highlight Pencapaian Perusahaan

Pencapaian yang dimaksud di sini tidak terbatas pada keberhasilan revenue. Lebih dari itu, highlight-lah pencapaian yang lebih luas dan berdampak terhadap individu, bisnis, komunitas, maupun cakupan yang lebih luas. Saat membuat framing ini, masukan data-data sebagai pendukung, kutipan, cerita individu atau testimoni.
 

3. 'Humanize' Pekerjaan Dengan Menampilkan Foto

Publik selalu menyukai transparansi. Hal ii tidak hanya berlaku untuk laporan keunagan, melainkan hubungan antar manusia. Untuk itu, memasukan banyak foto real di annual report menjadi aspek yang penting. Baik itu foto CEO, karyawan, foto-foto tempat kerja seperti kantor, pabrik, dll, khususnya foto-foto yang berkaitan dengan projek sosial seperti CSR (Corporate Sustain Responsibillity).
 
Sebagai contoh, Krochet Kids International pada Annual Report di tahun 2013. Mereka memasukan foto dan cerita inspiratif mengenai perempuan-perempuan yang bekerja di perusahaan mereka yang berasal dari berbagai belahan dunia.
 

4. Memvisualisasi Angka

Data sangatlah penting untuk memperkuat pesan dalam laporan. Namun, yang kerap dilupakan adalah bagaimana cara menyajikan data tersebut tanpa menggunakan narasi yang monoton dan mengemasnya dengan konsep yang menarik agar lebih mudah dibaca dan dipahami.
 
Pembaca cenderung jenuh jika disajikan banyak paragraf atau tabel berisi angka-angka. Belum mulai membaca, sudah hilang minat duluan. Untuk menyiasatinya, visualisai yang baik adalah kunci. Buatlah infografis data dengan tema tertentu agar mudah diterima oleh siapapun.
 
Sebagai contoh, Hero Group menggunakan tema buah-buahan di supermarket untuk menyajikan highlight keuangan mereka pada annual report tahun 2013.
 

5. Menerapkan Tema & Metafora Sesuai Dengan Brand Perusahaan

Pada poin-poin sebelumnya telah disebutkan bahwa visual sangat penting untuk menyampaikan cerita brand perusahaan dibandingkan dengan narasi paragraf yang penuh di setiap halaman. Setiap ilustrasi, foto, warna, font, harus dikemas dalam satu konsep & tema untuk membentuk Bahasa visual yang sesuai dengan identitas brand.
 
Untuk itu, tentukanlah tema atau metafora yang relate dengan identitas brand guna menyampaikan pesan dengan baik. Contohnya, Annual Report Pacific Life pada tahun 2015 yang menggunakan tema aquatic. Tema ini sangat membantu menampilkan brand sebagai sebuah entitas yang hidup dan terdapat banyak ekosistem di dalamnya, dan menekankan bahwa Pacific Life bukan sekedar perusahaan asuransi biasa.
 

6. Membuat Konten Interaktif

Apapun bentuk publikasi perusahaanmu, buatlah konten yang engage dengan pembaca, termasuk dalam annual report.
Ada bebrapa contoh konten interaktif yang bisa dimasukan ke dalam annual report perusahaanmu. Pertama, membuat infografis dengan menambahkan kertas pop up. Pembaca bisa menggerakan kertas tersebut untuk mendapatkan data.
 
Kedua, mengkombinasikan poin kedua dan ketiga dengan teknologi Augmented Reality, seperti memasukan QR code. Dengan men-scanning bagian tersebut, para pemangku kepentingan maupun publik bisa melihat video testimoni melalui gadget mereka.
 
Contoh ketiga, Kamu bisa melihat inspirasi dari Annual Report Sonae tahun 2012 yang memasukan roda gear dan asetat overlay agar buku mereka lebih interaktif dengan pembaca. 
 
Membuat annual report 2021 yang menarik dan kekinian kuncinya adalah kreatifitas, pemilihan material dan spesifikasi lainnya bisa disesuaikan dengan budget yang perusahaan miliki. Untuk berkonsultasi lebih jauh mengenai kebutuhan annual report sesuai yang diinginkan, silahkan hubungi tim Printing Expert PrintQoe.com. Kami menawarkan banyak solusi cetak bagi perusahan/instansimu.