Sumber Modal Usaha dan Cara Mengelolanya untuk Pemula

Sumber Modal Usaha dan Cara Mengelolanya untuk Pemula


Tya | 16 Mar 2020 | 217

 

Pemahaman dalam pengelolaan modal usaha sangat penting dalam pengembangan bisnis. Seringkali produksi bisa terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baikseperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi, dan lainnya. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas seperti pendanaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal usaha dan lain-lainnya.
 

Mengumpulkan Modal Usaha

Ide bisnis tidak akan berhasil dieksekusi tanpa adanya syarat krusial: yaitu modal. Selain rencana dan strategi yang ikut berperan sebagai faktor pengantar keberhasilan usaha, tanpa modal usaha di awal, usaha kamu tidak akan berjalan. Bahkan, pada masa-masa awal kemungkinan besar Kamu tidak akan langsung mendapatkan profit karena ada banyak investasi yang perlu dilakukan.
 
Baca Juga: Panduan Menyusun Kerangka Bisnis Bagi Pemula
 
Untuk itu, sebelum memutuskan untuk membuka bisnis, sangat pentig untuk memperhatikan ketersediaan modal. Modal usaha harus dipersiapkan atas seluruh perhitungan mendetail yang telah disusun dalam kerangka bisnis.  Untuk mendapatkan modal usaha, Kamu bisa mendapatkannya dari tiga sumber:
 

1. Modal Pribadi

Yang namanya modal pribadi, bukan berarti uang untuk berbisnis ini hanya berasal dari kantongmu saja ya! Tetapi bisa juga sumbangan dari keluarga :D yang terpenting adalah modal usaha ini memang Kamu dapatkan dari anggaran yang sudah disediakan untuk membiayai usaha sejak awal.
 

2. Modal Pinjaman

Untuk modal pinjaman, selain mencari pinjaman pada keluarga, kolega, atau bank, di era digital sekarang ini Kamu bisa memanfaatkan jejaring sosial yang dinamakan komunitas peer-to-peer-lending. Instansi ini biasanya mempertemukan donatur yang memiliki tabungan dan ingin berinvestasi dengan kreditur yang membutuhkan modal usaha dengan bunga cukup terjangkau dalam jangka waktu tertentu yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Ohiya, untuk mencari donator pun Kamu tidak perlu susah-susah lho! Karena komunitas ini memiliki wadah khusus yang kini tersedia dalam bentuk aplikasi mobile. Kamu tinggal masukan saja profil bisnis, kebutuhan dana, dan data pendukung lain yang dibutuhkan. Salah satu bisnis peer to peer lending yang aplikasinya cukup populer dan terpercaya bagi publik adalah Akseleran.
 
 
 

3. Modal Investor

Cara yang ketiga, menggandeng investor. Dengan maraknya usaha start up dengan masing-masing cerita keberhasilannya, kini makin banyak publik yang ingin menjadi investor. Ini merupakan angin segar bagi Kamu yang sedang mencari tambahan modal usaha. Oleh karena itu, pemilihan ide bisnis dan bagaimana operasionalnya adalah hal yang sangat krusial. Pastikan dulu, ide bisnismu mendapatkan animo yang tinggi dari masyarakat, dengan begitu kesempatan untuk mendapatkan investor pun semakin terbuka. Pastikan bahwa idemu sangat fresh, unik, dan memiliki visi dan misi yang yang jelas.
 

Mengelola Modal Usaha

Kecuali Kamu memang orang yang ahli di bidang manajemen keuangan, ada baiknya untuk merekrut karyawan yang bisa mengurus pembukuan bisnismu. Sistem keuangan yang baik adalah kunci keberhasilan bisnis apapun. Jangan sampai ada kesalahan penghitungan pemasukan, dan profit, sampai biaya operasional.
 
Untuk memastikan bahwa semua transaksi keuangan perusahaan berjalan dengan mulus, Kamu juga harus melakukan audit dan membayar pajak bisnis sesuai dengan yang diterapkan oleh negara. Prosedur perpajakan dan sistem keuangan yang rumit ini tentunya sangat menyulitkan jika Kamu belum pernah memiliki pengalaman menjalankan bisnis. Apalagi jika belum pernah mempelajari sistem akuntasi sebelumnya.
 
Baca Juga: Yang Harus Disiapkan Sebelum Launcing Produk Baru
 
Oleh karena itu, ada baiknya jika Kamu mempercayakan masalah pembukuan pada orang yang memang ahlinya. Karena seorang ahli keuangan akan mengatur keempat aspek ini.
 

1. Mengetahui Rasio Modal Kerja Saat Ini

Sebelum menetapkan jalur untuk tumbuh dan mengembangkan UKM, penting untuk membagi  aset lancar, persediaan piutang, hutang pembayaran pemasok, pajak dan pembiayaan bisnis jangka panjang. Jika rasio ini kurang dari satu, berarti bisnismu belum memiliki cukup modal usaha untuk bisa membayar jangka pendek. Rasio yang lebih besar dari satu menyiratkan bahwa bisnis berada dalam posisi keuangan yang baik untuk tumbuh lebih jauh.
 

2. Mengelola Persediaan

Terlalu banyak persediaan bisa mengikat sebagian besar uang tunai sekaligus meningkatkan biaya penyimpanan. Solusinya, meramalkan tuntutan pembelian berdasarkan catatan penjualan. Jika memiliki banyak inventaris, biasanya ahli keuangan akan menyarankan Kamu untuk menjualnya beberapa.
 

3. Mengelola Faktur

Mengelola faktur pun tidak bisa sembarangan. Ahli keuangan akan menyarankan pengiriman tagihan faktur dengan segera, karena akan dianggap sebagai ‘piutang usaha’ dan meningkatkan modal usaha. Jika di posisi UKM, bisa dilakukan negosiasi dengan pemasok untuk persyaratan pembayaran. Hindari membayar lebih awal dari tanggal pembayaran untuk memaksimalkan fungsi inventaris ada baiknya juga memiliki lebih dari satu vendor.
 
 
Baca Juga: Kenapa Perusahaan Harus Mencetak Invoice Pribadi?
 

4. Membuat Rencana Kontingensi

Karena bisnis memiliki berbagai macam resiko, ahli keuangan akan memprediksi dan mengantisipasi hal ini sejak awal dan memasukkan ke dalam rencana kontingensi. Dengan begitu, jika terjadi resiko yang tidak bisa dihindari setidaknya kerugian bisa di minimalisir.
 
Nah, sudah tahu kan bahwa rencana membuka bisnis tidak hanya memikirkan operasional bisnis saja. Apabila di tengah perjalanan Kamu merasa kurang modal  usaha dikarenakan beberapa operasional yang harus dilakukan, jangan pernah ragu untuk mengajukan pinjaman dan menyewa jasa para ahli keuangan bisnis dengan catatan Kamu tidak memiliki kapabilitas untuk mengelola modal usaha dan memprediksi bisnismu.