Self Publishing, Siapa Pun Bisa Menjadi Penulis dengan Menerbitkan Buku Sendiri

Self Publishing, Siapa Pun Bisa Menjadi Penulis dengan Menerbitkan Buku Sendiri


Tya Widianingsih | 06 Jul 2020 | 2309
Self publishing, apakah Kamu pernah mendengar kata tersebut? Akhir-akhir ini istilah tersebut cukup populer di kalangan penerbit, percetakan dan para penulis. Self Publishing ini bisa dikatakan sebagai suatu angin segar bagi para penulis untuk bisa menerbitkan buku sendiri. Jika dulu untuk menjadi seorang penulis harus mengirimkan naskah kepada penerbit, masuk ke dalam list antrian untuk di review dan proses-proses lain yang harus diikuti. Sekarang, para penulis indie bisa mencoba peruntungannya sendiri.
 
Terlebih bagi kebanyakan para penulis yang memiliki jiwa seni, membuat buku sendiri bukan semata-mata karena bisnis. Akan tetapi demi kepuasan tersendiri utnuk belajar mengembangkan kemampuan menulis, dan mencoba membangun personal branding, dan mencoba minat market. Laku atau tidak di pasaran akan sangat tergantung terhadap promosi pada komunitas pecinta buku, memanfaatkan platform di digital seperti wattpad dan media sosial pribadi penulis.
 
Untuk bisa melakukan self publishing, ini yang harus dilakukan oleh para penulis indie:
 

1. Membuat Karya

Untuk membuat buku, yang harus disiapkan pertama kali tentu karya. Karena Kamu menerbitkan buku sendiri, tentu saja isi buku adalah hak penulis. Kamu harus mengedit atau menyunting karya sendiri tanpa menggunakan jasa editor untuk menyempurnakan tulisan.
 
Jika buku cetakmu ingin dikomersialkan, sebaiknya buatlah materi atau isi buku yang dapat dipertangungjawabkan secara moral. Tidak melakukan plagiasi dan memilih kalimat yang tidak menimbulkan persepsi buruk seperti berisi pelecehan atau bersifat provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik.
 
Sebagai penulis baru yang mencoba menggaet market baru pula, Kamu harus bisa menilai kelayakan kualitas bukumu karena namamu akan terpampang di sampul buku. Kecuali, Kamu ingin mencetaknya secara anonim atau tanpa nama.
 

2. Menyiapkan Desain dan Konsep Sampul/Cover Buku

“Don’t judge a book by its cover”, kenyataannya riset membuktinkan bahwa keberhasilan penjualan buku di pasaran sangat bergantung terhadap kualitas dan keindahan cover-nya Khususnya bagi para penulis baru yang belum memiliki nama di hati para pecinta buku Penggemar buku seringkali hanya melihat sekilat judul dan sampul buku dari berbagai banyak pilihan buku lainnya. Untuk itu. Kamu harus, sangat memperhatikan aspek desain dan sampul/cover buku cetakmu agar stand out diantara buku-buku lainnya.
 
Dengan menarik minat orang dari sampul, maka besar kemungkinannya mereka akan membaca sinopsis di belakang buku bahkan membukanya untuk dibaca. Nah, jika Kamu merasa kesulitan untuk mencari partner desainer untuk membuat konsep desain cover bukumu, tidak perlu khawatir karena sekarang platform cetak online telah menyediakan layanan desain yang bisa disesuaikan dengan keinginannmu.
 

3. Kalkulasi Budget

Saat akan menerbitkan sebuah buku, khususnya self publishing, budget seringkali menjadi hambatan. Para penulis indie biasaynya tidak bisa mengetahui secara pasti berapa biaya cetak yang harus dikeluarkan untuk mencetak satu buku dengan jumlah halaman, pilihan material dan finishing yang diinginkan. Lalu apakah jika ingn mencetak banyak, harga yang dikeluarkan biasa menjadi lebih murah. Pertanyaan-pertanyaan dasar seperti ini kerap mengganjal dan membutuhkan waktu untuk mencari tahu.
 
Sekarang, hal seperti itu bukan lagi menjadi soal. Kamu bisa lho langsung mengetahui harga cetak buku hanya dengan mengupload file karya (mulai dari isi, desain sampul dan pilihan kertas, cover serta pilihan finishing lainnya). Kalkulasi harga akan langsung muncul tanpa waktu lama sesuai jumlah buku yang ingin dicetak.
 
Dengan fitur kalkulasi harga ini, Kamu bisa  menyiapkan atau menyesuaikan budget yang ada dengan meng-improve cetakanmu bukumu. Bagaimana, percetakan online untuk self publishing saat ini cukup menarik bukan?
 

4. Mengurus ISBN

Mencetak buku harus memakai ISBN? Aspek yang satu ini adalah pilihan. Jika Kamu merasa bukumu perlu legalisasi, Kamu bisa meminta bantuan pihak ketiga. Beberapa penerbitan bisa membantu hanya dalam pengujuan ISBN saja, tidak termasuk cetak. Namun, tentunya Kamu harus mengalokasi budget khusus untuk ini ya.
 
Bagi yang tidak mempermasalahkan keberadaan bukunya dalam katalog resmi Perpustakaan Nasional, tanpa ISBN pun bukumu bisa tetap terbit kok. Terutama jika Kamu baru memasarkannya secara pribadi. Tidak sediikit para penulis yang melakukan cara ini. Setela buku tenpa ISBN mereka digemari para penggemar buku atau laku di pasaran, baru mereka mengajukan nomor ISBN.
 

5. Menghubungi Percetakan

Setelah karya, desain, budget dan keputusan menggunakan atau tidak nomor ISBN, langkah selanjutnya adalah menghubungi percetakan. Tidak perlu susah-susah mencarinya, karena kini percetakan online tersedia fasilitas printing on demand.
 
Pionir percetakan online pertama di Indonesia, PrintQoe.com, memiliki Book Solution yang dapat memudahkan siapapun mencetak buku hanya dalam satu platform. PrintQoe.com akan memudahkan penerbitan maupun penulis mencetak segala jenis buku dengan fasilitas kalkulasi biaya pencetakan yang otomatis dan mudah dengan berbagai manfaat lain akan didapatkan.