Ramadhan Tahun Ini Masih Pandemi, Ini Strategi untuk Bisnis F&B

Ramadhan Tahun Ini Masih Pandemi, Ini Strategi untuk Bisnis F&B


Tya Widianingsih | 15 Apr 2021 | 692

Bulan Ramadhan menjadi saat yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya umat muslim di Tanah Air. Pada bulan ini, masyarakat cenderung mengalami peningkatan daya beli, dan para pelaku bisnis bisa memanfaatkan momen untuk mendongkrak penjualan.


Namun, di tengah kondisi pandemi yang masih menerpa Tanah Air, bagaimana cara agar pebisnis mampu menjalankan usahanya? Mengingat akibat dari pandemi, banyak sektor bisnis yang terpaksa harus gulung tikar. Kami telah merangkum beberapa strategi yang bisa kamu coba untuk menjalankan usaha di bulan Ramadhan saat pandemi.

 

Strategi Menjalankan Usaha di Bulan Ramadhan saat Pademi

Agar usaha kamu tetap berjalan lancar pada Bulan Ramadhan di saat pandemi, coba ikuti tips di bawah, ya!

1. Promosi dan Diskon

Promosi dan diskon adalah strategi pemasaran yang umum dilakukan para pelaku usaha di bidang apapun. Karena memang dua strategi tersebut terbukti ampuh meningkatkan penjualan.Umumnya promosi dan diskon diberikan ketika memperingati atau sedang dalam suatu momen tertentu, seperti ulang tahun perusahaan, Ramadhan, Natal, Tahun Baru, dan Hari Kemerdekaan.

 

Kamu pun bisa mencobanya. Program promosi yang bisa dilakukan antara lain memberikan promo beli 1 gratis 1, fasilitas gratis pengiriman, voucher, potongan harga, atau memberi hadiah menarik lainnya, dengan pembelian sejumlah nominal tertentu.
Apalagi bulan Ramadhan identik dengan program serba Ramadhan. Ambil kesempatan tersebut, manfaatkan momen ini sebagai strategi usaha agar penjualan meningkat.


2. Memaksimalkan Media Digital

Di era pandemi seperti sekarang ini, budaya masyarakat dalam berbelanja pun mulai bergeser, dari yang awalnya membeli segala sesuatu secara offline menjadi online, entah melalui situs jual-beli online (market place) maupun media sosial.
Selain meminimalisir penyebaran virus, berbelanja secara online dinilai lebih praktis, karena pelanggan bisa berbelanja dari mana dan kapan saja. Kegiatan jual-beli online pun mengalami peningkatan sebesar 30% dan 80% masyarakat menggunakan sosial media sebagai sarana mencari informasi.

 

Di Indonesia banyak situs jual-beli online yang bisa kamu manfaatkan, seperti Shopee, Tokopedia, dan sebagainya. Bagi para pelaku bisnis yang produknya non makanan basah, sangat dianjurkan memanfaatkan platform ini sebagai strategi menjalankan usaha ramadhan saat pandemi.
Sedangkan bagi pelaku UMKM di bidang makanan basah, kamu bisa memanfaatkan sosial media, seperti instagram, whatsapp, facebook, twitter, dan sebagainya, untuk memasarkan produk. Pelaku bisnis di bidang jasa pun bisa memaksimalkan sosial media sebagai sarana promosi.
Atau bagi yang melakoni bisnis di bidang percetakan, kamu bisa memanfaatkan media digital untuk memberi layanan cetak online langsung antar. Manfaatkan sosial media atau situs perusahaan untuk menjalankan program tersebut.


Pemanfaatan media digital untuk pembayaran pun disarankan sehingga semakin memudahkan pelanggan dalam bertransaksi. Platform pembayaran yang umum digunakan adalah Dana, Ovo, GoPay, LinkAja, BCA One-Click, ShopeePay, dan sebagainya.
Untuk mendongkrak pembayaran secara online / cashless, kamu bisa memberi diskon atau program chash back bagi pelanggan yang melakukan pembayaran melalui platform di atas. Namun, semua program promo dan diskon tersebut jangan sampai membuat kondisi keuangan tidak sehat ya.

 

3. Ketahui Permintaan Pasar

Kamu harus bisa melihat peluang bisnis yang sedang berkembang. Misalnya di saat pandemi seperti ini masyarakat lebih membutuhkan masker, vitamin, dan perlengkapan kesehatan lainnya. Tidak ada salahnya jika kamu mengambil kesempatan tersebut untuk menyediakan produk yang dibutuhkan. Bukan berarti harus banting stir menjadi suplier masker, hand sanitizer, atau vitamin, cukup jadikan sebagai produk tambahan guna menunjang penjualan.


4. Desain Packaging yang Menarik

Salah satu faktor yang membuat pelanggan memutuskan bertransaksi adalah desain kemasan yang menarik dan berkualitas. Packaging merupakan wajah dari suatu perusahaan. Jika kemasan terpantau menarik dan berkualitas, tingkat kepercayaan pelanggan untuk membelinya pun kain meningkat, sehingga peluang terjualnya produk semakin besar.

 

Salah satu kemasan yang direkomendasikan untuk membuat tampilan produk lebih menarik adalah kemasan hampers. Kemasan hampers terbuat dari karton, berbentuk kotak dengan desain simpel dan elegan yang akan menambah nilai pada produk. Kamu bisa mendapatkan kemasan hampers di tempat percetakkan terdekat. Sudah ada beberapa jasa percetakan yang menerapkan cetak online langsung antar sehingga kamu tidak perlu datang langsung ke lokasi, salah satunya adalah printQoe.com. Tinggal klik, bayar, dan kemasan hampers akan kamu terima.

 

Demikilanlah sedikit ulasan dan strategi untuk bagaimana menjalankan usaha di bulan Ramadhan saat pandemi. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat!