Proposal tembus dengan Tips ini !

Proposal tembus dengan Tips ini !


Andi Ichlas | 09 Jul 2018 | 6133

Proses pengajuan proposal bukanlah hal yang asing dalam sebuah bisnis ataupun organisasi. Saat dimana harus melibatkan pihak ketiga untuk bekerjasama dalam hal permodalan membutuhkan perhitungan yang teliti supaya hubungan kerjasama ke depannya dapat berjalan dengan baik dan tidak menemui hambatan yang berarti pada kedua belah pihak. Oleh karena itu, proposal merupakan media yang tepat untuk menjelaskan tentang acara atau bisnis kita kepada pihak ketiga sebagai calon pemberi dana sekaligus juga menjelaskan keuntungan yang akan didapat oleh pihak investor maupun sponsor.

Cara membuat proposal sendiri bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampangnya kita bisa meniru dari proposal lain yang telah ada. Akan tetapi susahnya kita harus membuat proposal tersebut menarik untuk dibaca dan informasi yang disampaikan harus semenarik mungkin dan tidak membosankan. Menjelaskan panjang lebar hanya akan membuat pembaca jenuh dan pesan yang terdapat dalam proposal tidak tersampaikan yang kemudian akan berakhir dengan penolakan. Mungkin saja penolakan terjadi bukan karena jenis usaha yang buruk tapi karena belum pahamnya bagaimana cara membuat proposal yang tepat. Maka dari itu tepatnya susunan sebuah proposal juga perlu diperhatikan.

1. Buat proposal yang menjual

Saat kita membuat proposal, kita harus menyodorkan sisi positif serta keuntungan bagi pihak yang mendanani atau menyetujui. Jelaskan rincian keuntungan yang diperoleh apabila proposal tersebut disetujui. Sebagai contoh, apabila kita memberikan proposal advertising pada sebuah perusahaan, jelaskan dimana saja logo perusahaan akan tercetak dan berapa banyak orang yang berpotensi melihatnya. Apabila sebuah proposal terlihat lebih banyak cost daripada reward maka bersiaplah akan keuntungan terburuk yaitu penolakan. Perlu diingat bahwa sponsor juga ingin memperoleh keuntungan sama seperti kita.

2. Tepat sasaran

Target perusahaan kita haruslah berhubungan dengan proposal kita. Pilihlah dengan matang perusahaan yang akan kita tuju dan carilah yang sifatnya saling mendukung dengan tujuan proposal kita supaya tercipta kerjasama dan sinergi positif.  Misalnya saja tidak mungkin sebuah event pertandingan basket disponsori oleh perusahaan pupuk kimia.

3. Buat proposal yang menarik

Hal ini berhubungan juga dengan tampilan fisik dan bentuk bahasa yang dipakai dalam proposal. Proposal untuk acara anak muda bisa menggunakan bahasa gaul tapi untuk sebuah proposal resmi haruslah menggunakan bahasa baku. Unsur hiperbola masih diperbolehkan selama masuk akal. Untuk desain juga perlu dibuat semenarik mungkin, tentunya masih berhubungan dengan materi proposal. Bentuk proposal yang catchy dan menarik perhatian tentunya akan menarik minat untuk dibaca.

Bila Anda ingin mencetak proposal yang bisa memikat calon investor, kini telah ada solusi print on demand, yang bisa memudahkan kita melakukan cetak dokumen dengan cepat, mudah, aman dan dengan harga terjangkau, melalui print shop online PrintQoe.com. PrintQoe adalah B2B online printing pertama di Indonesia yang memberikan banyak kemudahan dan manfaat bagi pelanggan dan pelaku bisnis printing. PrintQoe.com melayani kebutuhan print on demand dan variable printing secara real time sehingga memudahkan perusahaan melakukaan proses cetak berbagai jenis dokumen tanpa harus datang ke lokasi pencetakan

4. Berikan proposal pada waktu yang tepat

Mengajukan proposal olahraga menjelang bulan puasa atau pada akhir tahun dimana banyak staff yang sudah bersiap liburan bukanlah ide yang baik. Sebaiknya tunggu waktu yang paling tepat untuk pengajuan. Bukankah kita ingin proposal kita segera ditanggapi?

 5. Jangan lupa follow-up

Setelah mengajukan proposal, proses lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah menanyakan kelanjutan proposal. Beberapa perusahaan mengambil inisiatif untuk menghubungi pihak pemberi proposal namun tidak semuanya seperti itu. Tunggulah sekitar satu minggu setelah proposal diajukan untuk memulai proses follow-up. Dengan begitu proposal yang, mungkin saja, terlupakan akan kembali dipelajari. Lalukan proses ini dengan professional supaya calon sponsor tidak merasa risih saat di follow-up.