Prediksi Tren Marketing Startup Pasca Pandemi

Prediksi Tren Marketing Startup Pasca Pandemi


Tya Widianingsih | 23 Oct 2020 | 131

Penyebaran pandemi yang terjadi di seluruh dunia saat ini membuat banyak start up perlahan-lahan harus gulung tikar. Salah satu alasannya adalah karena belum ditemukannya formula marketing yang pas.


Selain selama masa pandemi, strategi marketing juga harus disusun untuk mengantisipasi perubahan pasar di masa-masa pasca pandemi. Apakah penggunaan baner berbasis cetak banner murah masih akan eksis? Dalam artikel ini akan dibahas mengenai prediksi tren marekting bagi startup pasca pandemi.


Prediksi Tren Marketing Startup Pasca Pandemi

Setelah masa pandemi yang membuat pasar berubah tak menentu, bagaimanakah prediksi tren marketing untuk start up di fase pasca pandemi? Berikut ulasannya.

1. Pemasaran yang bukan sekedar keinginan, namun kebutuhan

Salah satu perubahan yang terjadi pada pasar karena pandemi adalah meningkatnya literasi finansial. Masa pandemi telah membawa kesulitan yang menyeluruh pada aspek keuangan perorangan maupun bisnis, karenanya pada titik ini literasi finansial dan pembaharuan budaya pengeluaran uang akan terjadi. Kehati-hatian untuk mengeluarkan uang akan terjadi di masa setelah pandemi.

Hal ini akan merubah persepsi pasar mengenai produk yang penting untuk dibeli, bukan hanya yang asal-asalan sesuai kemauan, melainkan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itulah Kamu harus bisa meramu produkmu menjadi sebuah solusi atas permasalahan kehidupan, bukan hanya yang menitikberatkan pada nilai estetika saja.

 

Baca Juga :  Butuh Inspirasi ? Ini Model Startup yang Moncer Saat Pandemi

 

2. Penggunaan marketing digital

Yap, tren cetak banner murah diprediksi akan mengalami perubahan selepas pandemi. Kondisi keuangan yang berada dalam fase pemulihan akan menaikkan tingkat penggunaan banner dengan harga yang terjangkau.

Kebiasaan lainnya yang juga berubah karena pandemi adalah kapabilitas pasar dalam menggunakan teknologi digital. Semua lini didorong untuk dilaksanakan secara online, mulai dari belajar, belanja, bekerja, bahkan rekreasi. Karena itu di masa pasca pandemi kamu harus terus menggenjot marketing berbasis digital.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, pertama kuatkan basis platform digital yang kamu miliki. Kedua, ciptakan sistem pelayanan konsumen yang fast respon. 

Ketiga, selalu berusaha untuk memperbaharui informasi yang Kamu miliki mengenai permasalahan pasar, agar bisa mengeluarkan produk dan layanan yang sesuai. Dan yang keempat ciptakan desain dan konten yang menarik dan khas, agar mampu menciptakan kesadaran dan ketertarikan pasar.

 

3. Fokus pada user experience yang nyaman

Menyambung dari poin sebelumnya, strategi marketing pasca pandemi berhubungan erat dengan user experience yang nyaman ketika berselancar di dunia online. Bayangkan saja kelak lapakmu akan pindah ke platform online. 

Hal ini berarti kamu harus memberikan akses yang mudah agar pelanggan bisa menemukan tokomu, dan merasa betah untuk berbelanja di sana.

Hal ini juga bisa kamu wujudkan untuk strategi offline, dengan memanfaatkan cetak banner murah untuk menghadirkan desain ruangan yang nyaman bagi pelanggan.

 

Baca Juga : Cara Bisnis Tetap Jalan di Tengah Pandemi

 

4. Penggunaan digital ads

Nah, selain kebutuhan akan cetak banner murah, strategi yang satu ini juga diprediksi masih berjaya di masa pasca pandemi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pandemi merubah pola kehidupan pasar menjadi terbiasa melakukan semua aktifitas dengan basis online.

Susunlah kembali target dan sasaran digital, dengan mengevaluasi peforma start up selama masa pandemi berlangsung. Kemungkinan perubahan akan terjadi disebabkan karena perubahan kebiasaan dan pola hidup yang terjadi.

 

Itulah penjabaran mengenai prediksi tren marketing untuk startup selepas pandemi. Seluruhnya didominasi oleh pemaksimalan staregi digital. Hal ini disebabkan oleh imigrasi besar-besaran yang terjadi, dari kehidupan nyata yang beresiko tinggi ke kehidupan maya yang lebih bisa menjamin pelaksanaan protokol kesehatan.  Namun kemudian ternyata strategi marketing offline yang berbasis cetak banner murah masih tetap dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan strategi yang holistik, namun dengan budget yang lebih bersahabat.