Panduan Menyusun Kerangka Bisnis Bagi Pemula

Panduan Menyusun Kerangka Bisnis Bagi Pemula


Tya Widianingsih | 16 Mar 2020 | 471
Setelah menemukan ide bisnis, tahap awal untuk memulai sebuah bisnis adalah dengan menyusun kerangka bisnis yang komprehensif. Kerangka bisnis adalah inti operasional bisnis yang menjamin bahwa usahamu tetap on the track. Baik dalam hal target penjualan, Standard Operating Procedure (SOP), teknik pemasaran, hingga tujuan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
 
Ketika terjun dalam dunia bisnis, tidak mau kan menjadi pengusaha yang biasa-biasa saja? Nah, sebelum mengarah ke eksekusinya, ikuti contoh format dari susunan kerangka bisnis di bawah ini. Usahakan untuk menjabarkannya dengan serinci mungkin ya!
 

1. Deskripsi Bisnis

Sebelum mengerjakan hal yang lebih teknis, tulislah deskripsi terkait ide bisnismu. Misalnya di bidang apa bisnis tersebut bergerak dan apa tujuan yang hendak dicapai.
Sebaiknya tidak menggunakan istilah yang ambigu seperti “terkenal” dan “enak”. Sebaliknya, gunakan angka-angka konkrit Misalnya, “pertumbuhan penjualan 5% setiap tahun”, “menambah dua variasi produk setiap bulan”, dsb. Bagian ini penting untuk memastikan bahwa semua kegiatan operasional bisnis diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sedari awal.
 
Baca Juga: Jangan Biarkan Ide Bisnismu Cuma Jadi Wacana, Begini Mengeksekusinya!

2. SOP Bisnis

Setiap bisnis harus memiliki standar operasional supaya kualitas produk dan jasanya selalu terjaga. Walaupun Kamu hanya membuka online shop di Instagram, SOP tetap harus dilaksanakan. Misalnya, beberapa hari proses pengiriman baju sejak pembayaran dilunasi. Atau jika Kamu memiliki usaha kuliner, tentu SOP yang harus dituangkan dalam kerangka bisnis akan jauh lebih rumit dan ketat.  Kamu harus menentukan bahan yang berkualitas, cara memasak, mempersiapkan kemasan makanan dan cara membungkusnya, serta bagaimana cara menyimpannya.
 

3. Kelebihan dan Kompetensi

Jarang sekali bisnis yang tidak memiliki kompetitor. Terkecuali jika ide bisnismu benar-benar fresh alias baru. Untuk itu, penting untuk bersikap jujur pada saat menyusun kerangka bisnis.  Coba tulis secara rinci keunikan atau kelebihan bisnismu yang tidak dimiliki pesaing. Apakah nanti bisnismu akan memberikan promo lebih sering? Harga yang lebih terjangkau? Apakah bahan baku yang digunakan atau kemasan lebih ramah lingkungan? Hal-hal seperti inilah yang kemudian penting untuk menjadi identitas. Penting untuk menyebarluaskannya pada publik sejak awal branding. Dengan begitu, Kamu bisa semakin melihat nilai tambah yang dijual untuk menggaet pelanggan baru.
 

4. Perhitungan dan Pengeluaran

Pada bagian ini, Kamu bisa menjabarkan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis periode awal. Hitung semua biaya modal usaha, aset dan ivestasi yang Kamu butuhkan, kemudian hitung juga biaya modal dan investasi yang akan Kamu keluarkan. Dengan begitu, Kamu juga bisa mengkalkulasi total modal yang diperlukan.
 
Baca Juga: Sumber Modal Usaha dan Cara Mengelolanya untuk Pemula
 

5. Target Pasar

Siapa target pasar yang ingin Kamu tuju? Sebagai contoh, jika Kamu berencana membuka restoran, tentukan segmentasi pasarnya sejak awal, mulai dari kisaran umur, lokasi, hingga kelas yang akan kamu sasar. Hal ini harus sudah dijabarkan secara mendetail saat Kamu menyusun kerangka bisnis. Sehingga Kamu sudah bisa menentukan menu, waktu operasi, serta bagaimana interior dan dekorasi restoran yang akan kamu jalankan.
 

6. Teknik Pemasaran

Setelah menjelaskan siapa target pasarmu, kini saatnya menjabarkan teknik pemasaran yang akan digunakan. Baik itu menggunakan cetak brosur murah, media sosial, atau beriklan di media cetak, teknik pemasaranmu harus fleksibel mengikuti tren pembelian target pasarmu. Misalnya, jika Kamu membuat restoran, Kamu bisa menawarkan diskon tertentu untuk pelajar atau karyawan yang berada di dekat lokasi agar mereka bisa menjadi pelanggan loyal.
 

7. Prediksi Performa Keuangan

Setelah melakukan perhitungan dan pengeluaran, penting juga untuk menentukan kalkulasi dan memprediksi bagaimana pertumbuhan penjualanmu dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, sehingga dari kerangka bisnis inilah Kamu bisa melihat kapan modalmu bisa kembali dan mulai meraup untung.
 
Baca Juga: Mau Berbisnis? Ketahui Dulu Tentang Peraturan Pengusaa Kena Pajak
 

8. Struktur Organisasi

Struktur organisasi ini penting dibuat supaya tidak ada fungsi bisnis yang terlewatkan. Setiap orang memiliki jabatan dengan tanggung jawab masing-masing beserta dengan deskripsi pekerjaan yang detail. Sehingga mereka memiliki otoritas pada tugas-tugasnya.
 
Bagaimana, membuat kerangka bisnis tidak terlalu sulit bukan? Lakukan ini secara perlahan saja agar tidak ada detal yang terlewatkan dalam setiap aspek. Selamat mencoba!