Jangan Biarkan Ide Bisnismu Cuma Jadi Wacana, Begini Mengeksekusinya!

Jangan Biarkan Ide Bisnismu Cuma Jadi Wacana, Begini Mengeksekusinya!


Tya Widianingsih | 16 Mar 2020 | 415
Kamu ingin berbisnis tapi masih belum menemukan ide yang cocok? Dalam perspektif bisnis, sebuah ide adalah awal segalanya. Kamu hanya butuh sebuah ide yang kuat untuk menunjukan apa tujuan yang hendak diraih. Selain itu, sebuah ide bisnis yang sesuai dengan passion juga biasanya bisa menjadi sumber kekuatan dan semangat ekstra saat mengeksekusi ide bisnis. Sebagai referensi, coba baca 13 ide bisnis ini untuk mendapatkan inspirasi.
 
Akan tetapi, meskipun ide bisa ditularkan, tidak begitu dengan eksekusi ide bisnis. Sejauh ide tersebut belum berwujud nyata, artinya Kamu masih dalam tataran konsep saja. Sebuah  penelitian di tahun 2018 oleh CB Insight menunjukkan bahwa penyebab nomor satu kegagalan sebuah bisnis adalah karena kurang matangnya perencanaan. Seperti target market yang tidak sesuai bahkan tidak ada. Jadi, di sini penting juga untuk Kamu agar tidak over confidence dengan ide bisnis yang belum terwujud. Lebih baik lagi jika Kamu melakukan pengujian/validasi terhadap kelayakan ide mu.
 

Standar Sistem Bisnis

Poin ini sangat diperlukan sebagai pedoman untuk menjalankan bisnis, karena sistem yang baik akan memengaruhi perkembangan bisnis ke arah yang baik pula. Bagi yang belum memiliki pengalaman bisnis, ada baiknya jika mencoba menduplikasi sistem bisnis yang sudah ada. Ikutilah banyak workshop manajemen bisnis agar Kamu bisa mendapatkan insight dari pengusaha yang sudah lebih dulu sukses dan bertukar pikiran dengan para new starter. Standar sistem bisnis yang Kamu perlukan meliputi SDM, pemasaran, operasional standar, hingga sistem keuangan.
 
Baca Juga: Yang Harus Disiapkan Sebelum Launching Produk Baru
 

Lokasi Bisnis

Sistem yang baik, SDM berkualitas, strategi pemasaran yang up to date ditambah dengan gelontoran modal yang cukup, tidak akan artinya jika lokasi bisnismu tidak diperhitungkan. Khususnya, jika Kamu berencana untuk mengeksekusi ide bisnis konvensional seperti toko baju, toko makanan, atau gerai minuman. Di bawah ini adalah beberapa kriteria dalam memilih lokasi:

Jarak dengan Target Pasar dan Sumber Daya Lokal

Prioritas utama lokasi bisnismu adalah kedekatannya pada target pasar yang Kamu tuju. Jika Kamu hendak membuka toko alat tulis, lokasi terbak tentu berada di lingkungan sekolahan, perkantoran, maupun universitas. Dengan begitu, konsumen pun bisa dengan mudah mengakses lokasimu tanpa harus berjalan jauh.

Akses ke Lokasi

Pilih lokasi yang mudah dilihat orang yang berlalu lalang. Kalau perlu, pasang petunjuk jalan atau papan nama seperti T Banner yang bisa di-spot dengan mudah dari jauh. Prinsip ini digagas oleh McD, jika Kamu memperhatikan McD kebanyakan membuka gerainya di pertigaan jalan. Alasannya tentu saja agar mudah terlihat dari berbagai penjuru.

Ketersediaan Parkir

Sebetulnya, poin ketiga ini tergantung pada produk apa yang ingin Kamu jual. Namun, ketersediaan parkir seringkali dianggap remeh oleh pengusaha karena dianggap tidak penting. Padahal, sebagai konsumen pastinya sangat ingin berbelanja dengan nyaman. Bahkan seringkali terjadi kejadian dimana calon pelanggan tidak jadi berbelanja karena tempat yang dituju tidak menyediakan lahan parkir.
Setelah memerhatikan ketiga aspek di atas, jangan lupa untuk memasukan alamat bisnismu ke Google Maps atau aplikasi peta lain ya. Cara ini akan sangat memudahkan pembeli yang sedang mencari alamat lengkap bisnismu.
 

Ketersediaan Modal

Sebelum mengeksekusi ide bisnis, perhatikan juga ketersediaan modal. Apakah dengan modal yang ada bisa menyokong operasional bisnis selama beberapa bulan ke depan. Perlu diingat, bahwa Kamu jangan mengharapkan modal kembali atau meraup profit di bulan-bulan pertama. Karena bisnismu masih memerlukan upaya promosi dan investasi di aspek-aspek lain.
 
Baca Juga: Sumber Modal Usaha dan Cara Mengelolanya untuk Pemula
 
Jika modal yang dimiliki tidak sesuai dengan target yang telah dituangkan dalam kerangka bisnis, sebaiknya jangan nekat untuk membuka bisnis. Terburu-buru dan melakukan keputusan cepat tidak selalu bagus, mengingat berbisnis artinya sama dengan mempertaruhkan hidup dan mati. Ya, jika gagal, artinya uangmu tidak akan kembali.
 
Untuk itu, pelajari apa yang diperlukan untuk mengelola keuangan dan dari mana saja sumber bagi Kamu mendapatkan modal di sini.
 

Merekrut Karyawan

Kesiapan SDM adalah salah satu faktor penting dalam membuka cabang baru untuk bisnis. Apalagi jika Kamu tidak memiliki waktu untuk mengelola seluruh operasional bisnis sendirian. Artinya, Kamu harus memikirkan untuk merekrut karyawan. Tidak sembarang karyawan, yang terpenting adalah karyawan dengan skill. Apabila Kamu masih kesulitan dana dalam meng-hire karyawan dengan skill tinggi – setidaknya carilah calon karyawan dengan potensi, yaitu kemauan untuk belajar dan berkembang.
 
Baca Juga: 7 Kerja Part Time yang Cocok untuk Mahasiswa
 
Setelah itu, Kamu bisa memberikan training dan product knowledge hingga customer service. Merekrut tenaga baru memerlukan persiapan yang baik agar tenaga kerjamu bisa secara optimal membantu berjalannya usaha.
 
Bagaimana, Kamu sudah memikirkan seluruh aspek di atas? Jika belum berpikir secara holistik, bisa saja eksekusi ide bisnismu belum matang. Kamu bisa baca artikel Merancang Kerangka Bisnis untuk Pemula agar semakin siap menghadapi  bebagai kemungkinan.
 
Sebuah pepatah lama mengatakan: “lebih mudah mengatakan daripada menjalankan.” Inilah persisnya yang dihadapi siapapun yang terjun ke dunia bisnis. Dalam bisnis, hasil itu penting – bahkan seringkali menjadi penentu hidup mati sebuah perusahaan. Dan untuk mendapatkan hasil yang baik, dibutuhkan eksekusi ide bisnis yang brilian di beragam bidang seperti keuangan, manajemen, operasional, dll. Itulah mengapa John Doerr, seorang investor terkemuka di Amerika bekata, “Ideas are Easy. Execution is everything. It takes a team to win".