Cetak Buku Tabungan Secara Berkala, Penting atau Tidak?

Cetak Buku Tabungan Secara Berkala, Penting atau Tidak?


Tya Widianingsih | 20 Feb 2020 | 1892
Bagi beberapa orang memilik buku tabungan hanyalah sebagai formalitas saja. Karena kebanyakan saat ini publik mulai beralih pada pembayaran digital. Fasilitas yang bank berikan kepada nasabahnya dewasa ini makin beragam. Untuk mengecek saldo atau transfer uang, nasabah tidak perlu lagi capek-capek datang ke bank. Nasabah cukup memanfaatkan fasilitas seperti ATM, mobile banking, atau internet banking.
 
Sehingga mencetak buku tabungan terkadang tidak rutin dilakukan. Terlebih bagi kalangan milenial dan gen Z. Masih banyak yang belum menyadari pentingnya buku tabungan, bukan hanya kartu ATM nya saja. Berbagai kemudahan ini kemudian menimbulkan pertanyaan, masih perlu atau tidak mencetak buku tabungan secara berkala?
 
Jawabannya adalah “masih” bahkan penulis berani mengatakan mencetak buku tabungan secara berkala “sangat penting” karena memiliki beberapa manfaat:
 

1. Untuk Menganalisis Uang Masuk dan Keluar

Manfaat yang pertama ini Kamu pun pasti sudah tahu dong. Meskipun sekaran ini sudah banyak aplikasi pencatat keuangan dan notifikasi pengeluran di setiap platform digital, namun alangkah lebih baiknya jika Kamu tetap memperhatikan setiap pengeluaran di dalam satu tabungan. Dengan begitu, Kamu bisa menganilisis setiap uang masuk dan keluar dan membancing dengan catatan digital.
 

2. Mudah Mengajukan Pembuatan Kartu Kredit

Meski kartu kredit menggoda penggunanya untuk hidup konsumtif, tapi banyak juga manfaat yang bisa didapatkan penggunanya. Misalkan promo diskon dan cashback untuk pembelian barang di gerai tertentu.
 
Nah, untuk mengajukan permoonan pembuatan kartu kredit, biasanya pihak bank meminta Kamu untuk memberikan fotokopi buku tabungan. Mirip-mirip rapor, dari situ bank menilai layak atau tidaknya Kamu punya kartu kredit. Selain itu, pihak bak yang mengeluarkan kartu kredit akan lebih mudah mengecek kesehatan keuanganmu melalui lembar buku tabungan. Jadi, jika Kamu telah mencetaknya secara berkala, proses pengecekaan tersebut akan menjadi lebih cepat bukan?
 

3. Syarat Utama Mengajukan KPR

Apabila Kamu akan mengajukan KPR atau Kredit Perumahan Rakyat, salah satu syarat utama yang diminta oleh pengembang adalah buku tabungan. Pada dasarnya prinsipnya sama dengan saat mengajukan kredit. Pihak pengembang perlu mengecek kesehatan keuanganmu. Bagaimana alur masuk dan keluar keuangan setiap bulannya untuk menganalisa manajemen mu. Jika transaksi tabungan lancer, maka ajuan KPR mu pun tentu akan lebih mudah cair dan langsung diproses.
 

4. Untuk Pelaporan Pajak Tahunan

Bagi seseorang yang sudah bekerja, keberadaan buku tabungan merupkan dokumen wajib. Biasanya dinas perpajakan akan meminta wajib pajak akan melampirkan sakinan lembar buku tabungan selama satu tahun penuh dalam pelaporan pajak tahunan.

 

5. Buku Tabungan Bisa Menjadi Identitas Diri

Bisa dibilang, buku tabungan itu layaknya sebuah KTP. Namun, yang membedakannya adalah jika KTP diguankan untuk menunjukan data diri yang tercatat dalam Negara, buku tabungan ini lebih kepada identitas dalam bentuk keuangan. Buku tabungan yang memiliki transaksi yang baik sering diasumsikan sebagai refleksi pribadi yang baik pula. Begitu pula yang terjadi sebaliknya.
 
Sebetulnya mencetak buku tabungan ini sangatlah opsional. Mengingat Kamu bisa melihat di rekening koran internet banking. Namun jika transaksi yang Kamu lakukan sangat banyak, maka mencetak  uku tabungan secara berkala sangat dianjukan.