Cetak Bahan Kemasan Makanan yang Tidak Berbahaya Bagi Lingkungan

Cetak Bahan Kemasan Makanan yang Tidak Berbahaya Bagi Lingkungan


Tya | 30 Jan 2020 | 185

Bagi Kamu yang memiliki usaha kuliner,  memiliki stok kemasan makanan sangatlah penting dan vital. Sebab, benda tersebut akan berguna untuk membuat produk kulinermu menjadi lebih menarik sekaligus memudahkan konsumen saat membawanya. Tidak hanya itu, bahkan beberapa brand membuat cetakan kemasan mereka menjadi lebih aman untuk dikonsumsi, alias tidak licin sehingga tidak mudah jatuh. Oleh karena itu, mencetak kemasan makanan tidak boleh dilakukan sembarangan.

 

Berbicara mengenai cetak kemasan, saat ini bahan yang paling banyak diguankan masih berkutat pada plastik, kertas dan styrofoam. Padahal, dewasa ini kampanye mengenai keberlangsungan kerap digaungkan. Sebagai generasi muda, sebaiknya Kamu pun memperhatikan keberlangsungan lingkungan sebagai bentuk investasi hidup terbesar di maasa depan. Ya, dimulai dengan tidak abai terhadap bahan kemasan produkmu.

 

Untuk itu, alam mencetak kemasan makanan, Kamu juga harus memperhatikan berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor lingungan. Sebab, hal itu akan sangat berpengaruh ke lingkungan tempat usahamu dan juga produk kulinermu sendiri. Maka dari itu, Kamu harus tetap menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan saat mencetak kemasan makanan.

 

Baca Juga: Membuat Kemasan Produk Penuh Makna dengan Desain Sederhana

 

1. Bahan Kemasan Kertas

Salah satu bahan yang kerap digunakan untuk mencetak kemasan makanan adalah kertas. Bahan ini cenderung murah dan mudah untuk didapatkan di mana saja di seluruh Indonesia. Namun kertas juga dapat menjadi pisau bermata dua jika yang digunakan adalah kertas daur ulang.

 

Kenapa menggunakan kertas daur ulang untuk mencetak kemasan makanan bisa berbahaya? Sebab, kertas daur ulang biasanya berasal dari kertas koran atau boks karton bekas dan masih mengandung bahan berbahaya seperti timbal dari tinta cetak, bahan perekat, lilin, dan jenis bahan kimia lainnya. Jika kertas bekas tersebut digunakan, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan potensi kanker.

 

Untuk itu, diharapkan Kamu menggunakan kertas dari serat-serat alami yang biasanya masih berwarna putih bersih. Hal ini, dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan di konsumen usahamu. 

 

2. Bahan Kemasan Plastik

Selain kertas, plastik kerap digunakan untuk menjadi material dalam mencetak kemasan makanan. Selain sifatnya yang mudah dibentuk, plastik juga dinilai dapat membuat kemasan makanan terlihat lebih bersih dan indah. 

 

Namun kembali lagi, tidak sembarang plastik bisa digunakan untuk mencetak kemasan makanan. Pastikan Kamu yang hendak mencetak masakan memperthatikan kode lambang segitiga. Setiap jenis plastik memiliki reaksi yang berbeda terhadap suhu.

 

Jenis-jenis plastik yang dapat digunakan untuk mencetak kemasan makanan adalah Polietilena Tereftalat (PET) dengan kode 1, Polietilena Berdensitas Tinggi/High Density Polythylene (HDPE) dengan kode 2, Polivinil Klorida (PVC) dengan kode 3, Polietilena Berdensitas Rendah/ Low Density Polythylene (LDPE) dengan kode 4, Polipropilena (PP) dengan kode 5, Polistirena (PS) dengan kode 6, dan yang terakhir adalah Polikarbonat (PC). Semua jenis plastik memiliki keunggulannya masing-masing. 

 

Baca Juga: Gunakan Kemasan Menarik untuk Bisnis Sebagai Strategi Pemasaran

 

3. Bahan Kemasan Styrofoam

Bahan terakhir yang kerap digunakan adalah Styrofoam. Untuk diketahui, Styrofoam sendiri sebenarnya adalah nama dagang dari perusahaan Dow Chemical dari Amerika Serikat untuk produk polistirena busa.

 

Kendati styrofoam banyak digunakan karena cenderung murah, material ini tidak disarankan untuk dipakai terlalu sering. Pasalnya, Polisterina mengandung senyawa berbahaya seperti stirena dan benzena yang dapat menghidupkan sel kanker. Saat terkena makanan atau minuman panas, sebagian polistirena mengalami kerusakan dan terurai, sehingga dapat menyebabkan senyawa berbahaya tadi pindah. Hal tersebut tentu berbahaya karena akan ikut masuk ke tubuh.

 

Memang, hingga saat in masih belum ditemukan bahan pengganti yan paling efektif, efieien dan ekonomis. Apalagi jika dibandingkan dengan ketiga bahan utama tadi, plastik, kertas dan styrofoam. Tapi, setidaknya selalu ada hal yang bisa Kmau lakukan untuk mengurangi dampaknya.

 

Dengan segala material yang dapat dipilih untuk mencetak kemasan makanan, ada baiknya Kamu untuk mengecek sertifikat foodgrade yang disediakan oleh produsen material. Selain itu, Kamu juga harus memperhatikan tempat percetakannya. Untuk mencetakan kemasan makanan, tersedia berbagai layanan percetakan berkualitas. Salah satunya adalah PrintQoe.com yang sudah tersedia di berbagai titik di seluruh Indonesia. PrintQoe.com memiliki jaringan di 34 Provinsi di Indonesia. 

 

Baca Juga: 6 Manfaat Cetak Kemasan Minuman untuk Strategi Promosi Bisnis

 

Dengan solusi yang ditawarkan PrintQoe.com, ongkos cetak dapat berkurang hingga 30% dan selesai dalam waktu yang lebih cepat. Sebab selama ini, permasalahan dari kebutuhan cetak adalah proses distribusi.