Cerita Dibalik Cetak Foto Presiden & Wakil Presiden 2019-2014

Cerita Dibalik Cetak Foto Presiden & Wakil Presiden 2019-2014


Tya | 04 Dec 2019 | 26

Pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, banyak lembaga yang harus memperbaharui foto pemimpin negara. Meskipun kursi kepemimpinan negara tetap diduduki oleh Presiden Joko Widodo, periode kepemimpinan beliau kali ini didampingi oleh Wakil Presiden yang baru yakni K.H Ma’ruf Amin.

 

Bulan lalu, sebuah berita mengangkat cerita tentang foto presiden dan wakil presiden yang dicetak spanduk, kemudian dibingkai dan dipasang di salah satu ruang pertemuan Gedung DPR Aceh. Foto yang dicetak spanduk tersebut sudah menyapa siswa SD Unggul dari Kabupaten Pidie. Sekretaris Dewan DPR Aceh mengaku tidak tahu bahwa foto tersebut merupakan hasil cetak spanduk. Rupanya proses pemasangan foto tersebut merupakan inisiatif pekerja bagian kebersihan, tanpa koordinasi dengan pihak kesekretariatan. Lantas, foto hasil cetak spanduk tersebut dihimbau untuk tidak dipajang.

 

Spanduk memang kurang tepat apabila digunakan untuk mencetak foto Presiden dan Wakil Presiden. Lebih lanjut lagi, spanduk lebih tepat digunakan untuk menyampaikan informasi bagi audiensnya. Misalnya saja pemerintah dapat menggunakan spanduk untuk menyampaikan himbauan pada masyarakat, sedangkan pebisnis dapat memanfaatkannya untuk mempromosikan suatu produk atau jasa.

 

Baca Juga: Mau Mencetak Album Foto Pernikahan? Kenali Dulu Kualitas Bahannya

Sebenarnya, pemasangan foto Presiden dan Wakil Presiden tidaklah wajib dan hanya bersifat himbauan. Pemerintah negara hanya mewajibkan Gedung dan/atau Kantor Lembaga Negara atau Instansi Pemerintah untuk memasang Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pemasangan Lambang Negara di dalam gedung atau kantor tersebut dilakukan untuk menunjukkan kewibawaan negara. 

 

Sehubungan dengan telah dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, instansi-instansi dihimbau untuk memasang gambar resmi pemimpin negara. Lebih lanjut lagi, pemasangan foto yang ditempatkan bersama dengan Lambang Negara telah diatur dalam Pasal 55 UU 24/2009 yaitu gambar resmi Presiden dan Wakil Presiden ditempatkan sejajar, serta dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara. Ketika dipasang bersamaan dengan Bendera Negara, Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi daripada Bendera Negara, kemudian Lambang Negara terletak di tengah atas antara gambar resmi Presiden dan Wakil Presiden.

 

Ornamen Lambang Negara selalui diletakkan di atas Bendera Negara dan gambar resmi Presiden-Wakil Presiden. Pasalnya, masyarakat Indonesia hidup dan tinggal di bawah kedaulatan NKRI. Kehadiran Lambang Negara merupakan bentuk peghormatan kepada NKRI dan pengingat bahwa Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia.

 

Apabila Kamu membutuhkan foto Presiden dan Wakil Presiden yang baru, Kamu dapat membeli foto tersebut ataupun mencetaknya secara sendiri. Dari segi praktisnya, foto Presiden dan Wakil Presiden bisa Kamu dapatkan dengan harga 100 ribu ke atas. Dari segi ekonomis, Kamu bisa memproduksi foto Presiden dan Wakil Presiden sendiri. Pasalnya Kamu hanya perlu untuk mencetak foto secara online dan menyiapkan bingkai untuk memasang kedua foto tersebut.

 

PrintQoe.com merupakan salah satu percetakan online yang bisa menjadi solusi untuk keperluan cetak spanduk, cetak foto, ataupun kebutuhan cetak Kamu yang lainnya. PrintQoe.com memungkinkan pelanggan perusahaan untuk melakukan pemesanan cetak cepat di manapun dan kapanpun.

 

Baca Juga: Yang Perlu Diperhatikan dalam Merancang Cetak Stiker untuk Promosi atau Kampanye

 

PrintQoe terbukti memiliki reputasi dan kualitas yang baik dari banyaknya perusahaan besar yang sudah menjadi pelanggan setia. Agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada para pelanggannya, PrintQoe senantiasa memperbaharui dan merawat teknologi mesin yang digunakan.