Bagaimana Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi COVID-19?

Bagaimana Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi COVID-19?


Tya Widianingsih | 31 Mar 2020 | 569
Indonesia memang dihebohkan dengan berita pandemic COVID-19 sejak awal Maret 2020 lalu. Peristiwa pandemic yang baru kali pertama terjadi di Indonesia ini tidak hanya membuat panik individu saja. Tetapi juga para pebisnis dari kelompok makro hingga kelompok pebisnis mikro atau yang kita kenal juga dengan UMKM dan UKM.
 
Bagaimana tidak? Pandemi COVID-19 ini penularannya sangat masif dan cepat. Sehingga mau tidak mau, World Health Organization (WHO) menghimbau agar setiap individu melakukan physical distancing. Himbauan tersebut kemudian diamine oleh pemerintah Indonesia yang kembali menghimbau kepada seluruh lapisan public agar mulai melakukan berbaai kegiatan #dirumahaja. Mulai dari berbelanja, beribadah, hingga bekerja yang kini semakin trend dengan istilah Work from Home (WFH).
 
Dengan begitu, bebeapa sektor usaha menjadi lumpuh. Seperti moda transportasi umum, restoran, pusat perbelanjaan, hingga sektor industri lainnya. Hal ini diakibatkan karena minat belanja public mulai berpusat di bebeapa sektor khusus, seperti alat kesehatan dan makanan pokok saja.
 
Baca Juga: Masih Harus Ngantor Di Tengah Pandemi COVID-19? Ini Saran WHO
 
Kegoyahan ekonomi ini tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, namun secara global. Bagi pengusaha besar, memungkinkan saja untuk melakukan berbagai stimulus ekonomi. Namun, bagaimana untuk para pengusaha kecil.  Lantas, langkah konkrit apa yang perlu dilakukan Indonesia untuk mengatasinya?
 
 

Tips Menjaga Kestabilan Bisnis Bagi Pengusaha UMKM

Meski #dirumahaja, para pengusaha diwajibkan untuk tetap optimis di tengah kondisi eknomi global yang sedang menurun. Optimism tersebut perlu diimbangi dengan pengupayaan yang tepat guna. Hal ini turut disampaikan oleh Ibu Sri Mulyani dalam acara CNBC Economy Outlook 2020.
 
Beruntungnya, teknologi yang semakin mutakhir memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk tetap menjalankan usaha dengan kerja #dirumahaja. Berikut 3 cara sederhana yang bisa dilakukan para pengusaha UMKM  dan UKM agar tetap cuan di tengah ketidakpastian.
 

1. Komunikasi Intens dengan Pelanggan dan Klien

Komunikasi selalu menjadi kunci penting bagi para pelaku usaa agar mereka bisa memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan. Sekarang, komunikasi tetap bisa berjalan tanpa melihat factor geografis meskipun di tengah kondisi pandemic COVID-19 sekalipun. Untuk itu, manfaatkan aplikasi atau software yan gada. Jika belum paham, sekarang waktu yang tepat untukmu belajar. Kamu bisa tetap memenuhi kebutuhan pasokan bisnis dan mendapatkan pesanan pelanggan menggunakan teknologi.
 

2. Media Sosial Sebagai Media Pemasaran

Keberadaan media sosial harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk pemasaran. Para pengusaha UMKM dan UKM bisa tetap memasarkan usaha tanpa perlu keluar rumah, namun hanya lewat media sosial. Dengan biaya yang terjangkau serta daya jangkau yang sangat besar, bisnis bisa berjalan lanjar selama konten yang dibuat menarik. Selain itu, digitalisasi bisnis bisa meringkas proses pekerjaan, sehingga lebih menghemat waktu.
 
Baca Juga: 6 Cara Mempromosikan Produk Bisnis Baru Kepada Calon Pelanggan
 

3. Percantik Kemasan Produk

Terakhir, kemajuan teknlogi telah mempermudah berbagai pengelolaan dalam banyak hal. Salah satunya pembuatan kemasan. Meski terkesan simple, kemasan merupakan elemen terpenting dalam bisnis yang memiliki intensitas penggunaan sangat tinggi.
 
Saat ini, Kamu bisa memesan kemasan dengan berbagai jenis bahan material, desain, dan kualitas yang diinginkan dengan tetap berdiam #dirumahaja di tengah kondisi COVID-19. Selain itu, seluruh proses akan berjalan secara digital termasuk untuk pembayaran.
 
Platform yang bisa memfasitasi seluruh proses cetak tersebut adalah PrintQoe.com. Proses cetak digital di PrintQoe sangat digemari oleh para pengusaha dari berbagai kalangan karena tidak hanya bisa melakukan kustomisasi desain menggunakan platform online. Tetapi, PrintQoe.com juga memiliki solusi distribute & print. Sehingga Kamu bisa mencetak kemasan tanpa menggunakan jasa kurir yang bisa memakan waktu lama dan perlu membayar mahal ongkos kirimnya. Hal ini sangat penting bagi pengusaja, dimana orang-orang enggan keluar rumah untuk melakukan physical distancing.
 
Baca Juga: Work From Home? Begini Tips Mengatur Waktu Seharian di Rumah
 
Nah, semoga ketiga tips di atas bisa membantu Kamu untuk tetap produktif dan menjalankan usaha secara aktif di tengah pandemic COVID-19 ya!