5 Tips Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Startup

5 Tips Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Startup


Tya Widianingsih | 09 Nov 2020 | 93
Pandemi covid-19 merupakan salah satu fenomena global dengan berbagai dampak dimana hampir semua aspek kehidupan terkena dampaknya. Salah satu aspek yang terkena dampaknya adalah bisang usaha dan startup. Hal tersebut membuat startup harus mengambil langkah dengan melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebiasaan baru ini harus diterapkan bukan hanya untuk startup namun juga bagi masyarakatnya.
 
Adanya pandemi membuat masyarakat harus terbiasa dengan regulasi yang ada dan hal inilah yang membuat startup juga harus melakukan adaptasi. Itulah mengapa saat membuka startup harus melihat kebutuhan serta keinginan dari konsumen yang tengah mengalami perubahan.
 

5 Tips Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Start Up

Para pelaku usaha startup perlu memperhatikan kebiasaan baru yang saat ini sedang terjadi karena pandemi. Hal tersebut merupakan kunci utama supaya usaha kalian menjadi salah satu usaha yang maju meskipun di tengah pandemi.
Tapi nyatanya bukan hal yang mudah untuk startup bertahan di tengah pandemic, dan inilah 5 tips adaptasi kebiasaan baru untuk startup supaya tetap bertahan.
 

1. Meningktakan Inovasi 

Inovasi untuk start up dibutuhkan supaya tidak bosan dan inovasi yang dilakukan harus mengikuti kondisi yang ada. Saat pandemi seperti ini maka inovasi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan masyarakatnya.  Semakin menarik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat maka startup akan semakin maju. Jangan takut ketika melakukan inovasi karena kita tidak mungkin terus-menerus dalam keadaan yang sama. 
 

2. Promosi Digital 

Saat pandemi hampir semua kegiatan dilakukan secara daring dan begitupun dalam melakukan promosi. Saat ini, intensitas masyarakat membuka sosial media lebih banyak dibandingkan sebelum adanya pandemi. 
Sehingga, promosi akan lebih efektif ketika dilakukan secara digital. Masyarakat saat ini juga jarang yang melakukan tatap muka langsung dalam melakukan aktivitasnya. Hal inilah yang harus dijadikan kebiasaan baru oleh startup yaitu promosi digital. 

 

3. Digital Marketing

Teknik marketing sebelum dan saat ada pandemi sangatlah berbeda. Saat adanya pandemi teknik marketing yang tepat adalah digital marketing. Hampir setiap orang memiliki smartphone serta sosial media maka marketing akan lebih efisien jika dilakukan dengan digital. 
Saat ini, pengguna marketplace meningkat lebih dari 100% saat pandemi. Hal inilah yang menjadikan digital marketing menjadi solusi yang terbaik dan  tepat saat pandemi. 
 

4. Memperhatikan Regulasi

Pandemi memberikan kebiasaan baru dengan adanya protokol kesehatan yang harus diikuti. Kebiasaan ini diprediksi tidak akan lepas sampai dua tahun kedepan. Regulasi yang ada saat ini menjadikan startup harus mengikuti peraturan yang ada. 
Kamu harus memperhatikan protocol kesehatan dalam melakukan startup. Pola hidup sehat yang ada saat ini tentu saja memberikan dampak positif dan salah satu adaptasi kebiasaan baru yang baik. 
 

5. Promosi Menggunakan Influencer

Adaptasi kebiasaan baru untuk startup yang harus kalian coba adalah menggunakan influencer dalam melakukan promosi. Saat ini influencer sangat berperan dalam dunia usaha. Konsumen saat ini akan lebih yakin menggunakan sebuah produk jika orang yang berperan sebagai influencer juga menggunkannya. Saat pandemi kita harus harus hati-hati dalam menggunakan produk dan adanya influencer akan lebih menyakinkan konsumen terhadap produk yang kalian jual.
 
Beberapa tips adaptasi kebiasaan baru untuk startup saat pandemi memang menjadi tantangan sendiri. Banyak startup yang betahan di tengah pandemi karena mereka mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada. Hal tersebut merupakan salah satu kunci suksesnya startup di masa pandemi. Semoga bisa menjadi referensi untuk start up kamu, ya!