5 Jenis Font Google Yang Paling Populer Digunakan Desainer

5 Jenis Font Google Yang Paling Populer Digunakan Desainer


Tya Widianingsih | 07 Jan 2020 | 1011

Apakah Kamu berniat menjadi seorang desainer? atau sedang berencana untuk mendesain sebuah selebaran dan bingung ingin menggunakan jenis font yang mana agar terlihat oke ketika mencetak desain tersebut di jasa cetak digital? Jika iya, berarti artikel ini bisa memberikan rujukan yang pas agar Kamu dapat menciptakan desain yang oke.

 

Dalam membuat sebuah desain, pemilihan font yang sesuai menjadi sebuah keharusan agar pesan yang terkandung di dalam desain tersebut bisa sesuai dengan yang Kamu inginkan. Selain itu, pemilihan font yang cocok juga akan mempercantik desain tersebut ketika dicetak di tempat cetak digital.

 

Agar desain yang Kamu buat tidak pasaran, Kamu bisa mencoba beberapa font google yang biasanya digunakan oleh desainer website ketika mereka sedang  mendevelope sebuah web.  Secara garis besar, Font Google sendiri merupakan salah satu layanan yang disediakan Google untuk memudahkan web developer dalam menghasilkan desain yang menarik dengan menyediakan font-font gratis. Fitur ini dapat Kamu akses pada alamat google (dot) com garis miring font.

 

Meskipun pada awalnya Google menyediakan font ini untuk para desainer website, namun penggunaan font milik Google ini sudah banyak digunakan oleh para desainer grafis dalam membuat sebuah desain, baik yang dicetak pada cetak digital maupun yang disebar di sosial media milik klien mereka.

 

Alasan penggunaan font ini cukup simpel, selain karena memiliki karakteristik sendiri yang cukup eye catching ketika dicetak pada cetak digital, penggunaan font dari Google juga gratis sehingga Kamu tidak perlu berlangganan untuk menikmati font ini.

 

Jenis font milik Google ini sudah sangat banyak, bahkan jumlah jenisnya sudah mencapai 23 triliun font hingga saat ini. Dengan demikian, sejatinya Kamu bisa leluasa memilih font terbaik sesuai dengan selera sehingga desain yang Kamu cetak di tempat percetakan online bisa terlihat menarik. Nah, agar Kamu tidak bingung dalam memilihnya, berikut rekomendasi 5 font google yang biasa dipilih oleh desainer berdasarkan tingkat readable font nya.

 

Baca Juga: Tips Memilih Font untuk Hasil Cetak Kartu Nama yang Minimalis - Elegan

 

Roboto

Roboto merupakan jenis font yang paling sering digunakan oleh desainer grafis maupun desainer website karena font jenis ini paling mudah dibaca oleh mata manusia. Font jenis ini merupakan font yang memiliki kerangka mekanis dan sebagian besar bentuknya geometris. Pada saat yang sama, font ini menampilkan kurva yang ramah dan terbuka.

Sehingga, tidak hanya untuk tampilan digital saja font ini terlihat nyaman oleh mata manusia. Tetapi juga saat dicetak di jasa cetak digital hasilnya tidak mengecewakan. Roboto sendiri terdiri dari beberapa varian. Tapi yang paling sering digunakan adalah Roboto, Roboto Slab, dan Roboto Condensed.

 

Open Sans

Open Sans merupakan jenis font sans serif humanis yang dirancang oleh Steve Matteson, Tipe Director Ascender Corp. Versi ini berisi set karakter 897 lengkap, yang mencakup set karakter standar ISO Latin 1, Latin CE, Yunani dan Cyrillic. Open Sans dirancang dengan tekanan tegak, bentuk terbuka, dan penampilan netral namun bersahabat. Font jenis ini biasanya digunakan untuk tampilan cetak, web, dan seluler, dan memiliki karakteristik keterbacaan yang sangat baik dalam bentuk hurufnya.

 

Lato

Lato merupakan jenis font yang berasal dari keluarga jenis huruf sans serif yang dimulai pada musim panas 2010 oleh desainer Warsawukasz Dziedzic yang berbasis di Warsawa ("Lato" berarti "Musim Panas" dalam bahasa Polandia). Pada bulan Desember 2010 jenis font Lato diterbitkan di bawah Lisensi Open Font oleh pendiri tyPoland, dengan dukungan dari Google. Font jenis ini juga memiliki kemiripan karakteristik dengan Open Sans hanya saja terlihat lebih “langsing” ketimbang saudaranya tersebut. Lato merupakan salah satu jenis font dari Google yang paling sering diguankan oleh para desainer dan dicetak di jasa cetak digital.


Oswald

Oswald adalah pengerjaan ulang gaya klasik yang secara historis diwakili oleh tipografi 'Alternate Gothic' sans serif. Karakter-karakter Oswald pada awalnya digambar ulang dan direformasi agar lebih sesuai dengan kisi-kisi piksel layar digital standar. Oswald dirancang untuk digunakan secara bebas di internet oleh web browser pada komputer desktop, laptop, dan perangkat seluler.

 

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2011, Oswald terus diperbarui oleh Vernon Adams selaku penciptanya hingga 2014. Vernon menambahkan bobot Light dan Bold, mendukung lebih banyak bahasa Latin, mempererat jarak dan membuat banyak perbaikan berdasarkan ratusan umpan balik pengguna.


Montserrat

Font ini memiliki filosofi yang sangat dalam bagi penciptanya yakni Julieta Ulanovsky. Font ini memiliki desain yang kompak dan agak lebar dan sangat cocok sekali dijadikan sebagai header dari sebuah desain.Font ini sendiri terinspirasi dari poster-poster di lingkungan tradisional Montserrat di Buenos Aires.Julieta Ulanovsky merancang jenis huruf ini dan menyelamatkan keindahan tipografi perkotaan yang muncul pada paruh pertama abad kedua puluh.

 

Baca Juga: Perusahaan Terkenal yang Melakukan Rebranding Logo

 

Nah, kira-kira Kamu lebih suka jenis font yang mana nih? jangan lupa cetak desain terbaikmu di situs cetak digital di PrintQoe.com ya.